dunia ini terlalu tidak adil

Dunia ini terlalu tidak adil untuk kita yang haus akan imbang
Dunia ini terlalu tidak adil untuk kamu yang selalu berteriak riang di telingaku
Dunia ini terlalu tidak adil untuk aku yang menangis di tiap-tiap malam penuh duka yang aku lalui sendiri tanpa bisik tenang dari rembulan

Dimana imbangnya? Dimana adilnya?

Kalau setiap detik hidupku yang sebenarnya tidak pernah ada artinya selalu dipenuhi oleh ketidaksetaraan antara aku dan kamu, apa lebih baik aku terkubur saja di bawah tawa-tawa riang milikmu yang tak pernah kamu pinjamkan barang sekali kepadaku?

Kalau setiap jalan yang aku tempuh tak pernah ada arah yang akan menunjukkanku jalan barang 1 langkah saja, apa lebih baik aku mati saja di tepi jalan sampai tertimbun oleh waktu?

Kalau rasa yang aku taruh kepadamu tak pernah ada balas yang kamu beri barang sapa atau peluk di setiap mimpi burukku, apa lebih baik aku tutup saja celah hati yang sudah kuberi utuh kepadamu?

Sayang kamu adalah tawa dan aku hanya sekedar tangis. Sedang tawa mana yang ingin menerima tangis pilu tak ter urus sepertiku?

Dunia ini terlalu tidak adil untuk kita yang berbeda dan hanya kamu yang mengira begitu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Re Dirgantara

tips selama kelas 9