Sedarah, Sedaging, Sepeluk
Mereka bilang aku egois, meneruskan kekecewaanku dan
membiarkan yang lain mencari cara sendiri
Aku hanya tidak rela peluknya dimiliki orang lain
Aku hanya tidak ingin tutur lembutnya didengar insan lain
Aku hanya
tidak tega membiarkan diriku sendiri menangisi sosok yang bertahun-tahun lalu
mengajariku tidak boleh menjadi cengeng
Andai saja
bisa terulang kembali…, aku hanya ingin kembali menjadi anak-anak lalu
membiarkan ia memelukku dan saat itu juga akan kuhentikan waktu agar peluk itu menjadi
milikku selama-lamanya.
Aku marah.
Aku kecewa.
Aku marah
karna aku tidak bisa melakukan apa-apa selain diam menatap pelukan hangatnya
yang sudah bertahun-tahun tidak aku rasakan kini menjadi milik orang lain.
Aku kecewa
karna ia juga ikut diam membiarkan peluk hangatnya dimiliki orang lain.
Aku bukannya
egois,
Aku hanya
rindu menjadi putri kecilnya.
.
“Dan
kau pangeranku mengambil peran.”
Komentar
Posting Komentar